BAHASA

Suatu ketika bahasa lah yang memperumit kita. Dulu ada orang bijak berkata batas duniamu adalah batas bahasamu.

Namun itu kemudian jadi rumit, ketika BAHASA diperhadapkan dalam proses pemaknaan. Kita tentu pernah menghadapi masalah-masalah bahasa. Alih-alih bisa menjembatani sebuah perbedaan malah terkadang bisa memperburuk keadaan. Karena pemahaman seseorang tidaklah sama dalam memahami sebuah objek bahasa.

Kita pernah ribut lewat percakapan telpon, atau malah ribut mengartikan sebuah tagline reklame, dan pada akhirnya kita kembali merenung apatah artinya sebuah bahasa?

Bahasa bukan lagi ucapan, tindakan, perkataan, pemikiran yang dilisankan. Melainkan struktur yang termanipulasi oleh subyeknya sendiri, lalu menjadi seperti air bah yang meluap, mengalir tiada batas.

Karena tak ada standar bahasa dalam pemaknaan, segalanya selalu kan berbias.

Yang paling besar adalah gaung 212, atau 313, yang sekiranya adalah masalah bahasa.

Sungguh adakah solusi dari sebuah bahasa, atau lebih baik memilih membisu dengan sebuah isyarat yang begitu jujur memaknai sesuatu.

Itu pernah terjadi, ketika kita sedang tak beradab, justru di massa itu mereka tenang menenangkan, ketimbang sekarang berperadaban tetapi hidup penuh kesebalan.

Apalagi ketika struktur kuasa tampil sebagai penerjemah dan media sebagai pengalih bahasa, sungguh bahasa begitu kacaunya.

Selesai.

 

 

 

Kendari 3103217

Iklan

Satu tanggapan untuk “BAHASA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s