Menger-tilah arti Sahabat

Saat seorang sahabat melakukan hal yang tidak berkenan di hatimu sekalipun, dia tetaplah sahabat.

Petuah itu terukir di sayap sebuah patung burung emas, patung itu dibuat oleh Genghis Khan seorang raja kharismatik asal Mongol, asia utara. Patung itu dibuatnya untuk menyesali perbuatannya atas kesalahannya membunuh sahabatnya yang seekor burung rajawali.

Namun itulah yang mesti dibayar Genghis khan untuk memaknai sebuah tindakan, dan itulah rerata sikap manusia, kita baru sadar akan pentingnya sesuatu ketika sesuatu itu tak ada lagi dan pergi.

Melalui Genghis khan kita mencoba memaknai sejatinya arti sahabat.

***

Suatu pagi, sang pejuang Mongol, Genghis Khan, pergi berburu bersama para pengiringnya. Para pengiringnya membawa busur dan anak-anak panah, tetapi Genghis Khan membawa burung rajawali kesayangannya yang bertengger di lengannya; burung ini lebih dahsyat daripada anak-anak panah mana pun, sebab dia bisa terbang ke awan-awan dan melihat semua yang tak bisa dilihat mata manusia.

Akan tetapi rombongan itu tidak memperoleh hasi apa pun, meski mereka sudah berupaya keras. Dengan kecewa Genghis Khan kembali ke perkemahannya, dan supaya para pengiringnya tidak menjadi sasaran pelampiasan kekesalannya, dia pun meninggalkan mereka dan pergi berkuda seorang diri. Dia berkuda di hutan lebih lama dari pada yang diperkirakan, dan Genghis Khan merasa sangat letih dan haus. Dalam hawa terik musim panas, semua mata air telah kering dan dia tidak bisa menemukan air minum. Maka betapa herannya dia ketika melihat ada air menetes-netes dari bebatuan karang persis di hadapannya.

Genghis Khan
Ilustrasi

Dia pun melepaskan si burung rajawali dari lengannya dan mengeluarkan cangkir perak yang selalu dibawa-bawanya. Lama kemudian barulah cangkir itu terisi, namun ketika dia bermaksud mendekatkan cangkir itu ke bibirnya, si burung rajawali terbang mendekat, mematuk cangkir itu dari kedua tangannya, dan membuangnya ke tanah.

Genghis Khan sangat murka, tetapi burung rajawali adalah kesayangannya, dan barangkali burung itu pun merasa haus. Maka dipungutnya kembali cangkir itu, dibersihkannya dari tanah, dan diisinya lagi dengan air. Ketika cangkir itu masih setengah kosong, si burung rajawali lagi-lagi menyerangnya dan menumpahkan airnya.

Genghis Khan sangat menyayangi burung ini, tetapi dia tahu bahwa dalam situasi apa pun dia tidak boleh membiarkan perilaku tidak hormat semacam itu; kalau ada seseorang yang mengamati kejadian ini dari jauh, mungkin orang ini akan menceritakan kepada para prajuritnya bahwa sang penakluk yang hebat itu ternyata tidak mampu menjinakkan seekor burung sekalipun.

Maka kali ini Genghis Khan menghunus pedangnya, mengambil cangkir itu, dan mengisinya kembali, satu matanya tertuju pada air yang menetes-netes dan satunya lagi pada si burung rajawali. Setelah cangkirnya cukup banyak terisi air dan dia sudah siap meminumnya, si burung rajawali lagi-lagi melesat terbang ke arahnya. Dengan satu tusukan, pedang Genghis Khan menancap di dada burung itu.

Air sudah tidak menetes-netes lagi; Genghis Khan, yang kini bertekad untuk memuaskan dahaganya, mendaki bebatuan karang itu untuk mencari mata air tersebut. Betapa kagetnya dia ketika melihat bahwa memang benar ada genangan air di sana, dan di tengah-tengahnya tergeletak bangkai salah seekor ular paling berbisa di daerah tersebut. Seandainya tadi air itu diminumnya, dia pasti sudah mati.

Genghis Khan kembali ke perkemahannya dengan burung rajawali yang sudah mati itu dalam pelukannya. Dia memerintahkan supaya dibuatkan patung emas burung itu, dan di salah satu sayapnya dia mengukirkan kata-kata berikut ini:

“Saat seorang sahabat melakukan hal yang tidak berkenan di hatimu sekalipun, dia tetaplah sahabatmu.”

 

Dan di sayap satunya lagi, dia mengukirkan kata-kata berikut ini:

“Tindakan apa pun yang dilakukan dalam angkara murka hanya akan membuahkan kegagalan.”

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s