Ku Suka Dangdut Ku Suka La Fildan

Suaranya bertempo lembut, tetapi ia tahu jalan tuk masuk menusuk tepat ke hati, berat namun halus. Itulah ciri khas suara seorang Fildan. Pria berasal dari Baubau ini bukanlah berdarah India, tapi ia memberi penanda bahwa ialah representatif pelantun lagu India di Indonesia.

***

Sepertinya musik dangdut telah kembali ke negrinya.

Kenapa? Beberapa dekade setelah pensiunnya Mansyur S, Meggi Z, Imam S. Arifin musik dangdut hanyalah tinggal lantunan tanpa makna, meski mungkin di improvisasi dengan aransement yang indah. Tetap saja tanpa makna. Goyangnya aja yang di dapat.

Padahal musik sebenarnya adalah salah satu tempat manusia kembali memaknai kediriannya, sebab musik adalah filsafat yang berima. Musik memberi warna untuk setiap kehidupan, tanpa musik dunia gelap seperti tanpa gemintang, seperti laut tanpa ombak, dan seperti hujan tanpa petir.

Dangdut sebenarnya telah dialienasi oleh pelantunnya sendiri, hanya saja saya tak mampu mewakilkan siapa pemulanya. Namun itu bisa dilihat dari ciri lantunannya, seperti ini: pinggul digoyang erotis, rambut di keramas mesra, busana seperti aih, dan suara tanpa cengkok-cengkok begitu-an deh.

Lalu kemudian muncul La Fildan ini, yang katanya dari Baubau.

Saya bilang, ini sebenarnya musik dangdut. Dan musik dangdut telah kembali hidup di negerinya. Indonesia bangat. La Fildan ini telah kembali membawa dangdut melalui petikan gitar dan suara merdunya.

fildan-iis
Fildan Baubau dan Iis Dahlia

Kiranya, tidak berlebihan jika saya gelari ia Pangeran Dangdut yang selama ini tak pernah ada yang menyandangnya (yang ngaku banyak). Cirinya kan sudah terlampir, mahir bergitar dan fasih berdangdut.

Juara atau tidak, La Fildan ini pasti menjadi Pangeran dangdut, meski hanya di hati kecilku dan mungkin di hati besar Iis Dahlia.

Trimakasih La Fildan, kau bangkitkan lagi hasrat berdangdut ku. Setelah lama tak pulang.

Da re ra, re ra….re ra……re ra…..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s