Christian Bautista Dalam Memori Pra Jabatan

Christian bautista dengan vocal melankolisnya menyapa malam. Suaranya berpendar di perumahan penduduk sekitar lokasi prajabatan kami, mereka pun berlari dan menyemut di luar gedung prajabatan. Setelah beberapa lama mereka menyimak dan sesekali berkedip ternyata pelantun ‘The Way You Look at me’ asal negerinya Packeao[1] itu telah berubah menjadi L.M. Saban Suharno[2].

Itulah sekilas dan setitik goresan-goresan memori prajabatan yang masih melekat hangat di ideku. Kini ku berada di warsa 2015, kucoba mendilatasi waktu tuk menceritakan potongan-potongan peristiwa di 2010. Ada peristiwa heroik, setidaknya untuk kami. Tahun perubahan sekaligus pembaitan menjadi abdi Negara. Dan dalam cerita naratif [3] kulukiskan singkat dalam coretan-coretan kecil ini.

‘Saban’[4] begitu sapaaan akrabku dengannya. “Malam sebentar, kiranya hari terakhir prajabatan[5] ini. Ada kontes nyanyi yang akan diadakan untuk peserta prajabatan.” Kataku. “Kenapa bisa” tanya saban kepadaku? Itu “Atas usulan teman-teman prajabatan setidaknya mesti ada sesuatu yang dilakukan tuk melemaskan saraf atau sesuatu yang bisa dikenang dan mengendap di memori semua peserta.” Begitu kata mereka padaku.

“Oh begitu.” Saban Menyeringah.

Aku yang pada waktu itu menjabat sebagai Ketua Dewan[6], langsung meng’Iya’kan saja.

Dengan persiapan-persiapan sederhana para panitia yang beranggotakan pengurus Dewan sejak siang telah menyiapkan berbagai kelengkapan-kelengkapan kontes. Aku pun sisa mengkoordinir dan mengevaluasi persiapan kontes tersebut.

Menjelang senja, panitia semakin berjibaku dengan kontes. Mulai dari technical meeting sampai urusan hadiah ala kadarnya.

Malam pun menyambut. Satu per satu delegasi kelas mendaftarkan jagonya sekaligus sedikit membocorkan keahlian bernyanyinya. Memang tak sesexi Indonesia Idol atau X factor, tapi kesiapan para peserta bisa dibilang tak kalah dengan peserta dalam ajang pencarian bakat tersebut. “Totalitas”, begitu aku menyederhanakannya.

Tiba-tiba saja saban datang menghampiriku, Ram[7] “apa bisa kamu mengiringi saya sebentar?” Kilahnya tegas. “Memang lagu apa yang kau ingin nyanyikan ban?”. Jawabku. “Ada lah ini surprise”, tukasnya. “Pokoknya saya ingin perfect…dan aku membutuhkan instrumen piano tuk merebut sentimen teman-teman dan juri”. Ketus Saban. “Ya, baiklah lah, semoga aku tak mengecewanmu” jawabku sekenanya.

Saban memang seorang lelaki berpendirian tegas, air mukanya sulit tuk dibaca, kata-katanya banyak menyirat makna. Dari cara berpakaiannya pun aku tahu bahwa saban adalah seorang yang tak ingin segala sesuatunya tampak biasa-biasa saja. Ia memiliki selera berkualitas A. Tebakanku itu semakin terang, semenjak hidup bersama dalam penjara pra jabatan.

Setelah kontestan lain turun panggung, kini giliran saban. Master of Ceremonial mempersilahkannya naik ke panggung, Ia nampak gemetar namun tetap percaya diri.

Dengan kedipan matanya yang terarah kepadaku aku tahu harus berbuat apa. Saya pun ikut ke panggung mengganti keyborist sebelumnya, hanya untuk mengiringi sabhan. Sedikit kusapu Yamaha PSR 900, lalu sedikit kumainkan teknik –tremolo[8]– tuk pemanasan. Bergaya seolah Beathoven[9], meski kusadar skill[10] saya masih seperti musisi jalanan.  Dengan sebait lantunan awal dari saban kutetapkan dia cocok bersenandung di D major.

Fade in… Sayup-sayup dendangan sabhan suharno mengalir dalam gedung ukuran lima puluh kali seratus meter, menyapa sahabat dalam rangkaian pra jabatan daerah sulawesi tenggara tahun 201O. Fase demi fase senandung Cristian berjalan menuju akhir, aku pun tetap fokus memainkan pianoku dengan mengimprovisasi[11] intonasi, aksentuasi, artikulasi dalam teknik decrescendo[12] dengan pilihan tempo yang sedang.

Jari-jariku berlari dan berkejar-berkejaran diatas tuts piano. Memang saat itu, jariku sempat layu setelah lama tak berciuman dengan tuts piano. Tetapi serius, Tak ada satupun gubahan “the way yook loot at me lolos dari jemariku yang seperti sedang bercinta dengan tuts piano.

Suasana pun hening romantis, saban melantun dengan emosional. Ia seperti sedang berkonser di Jakarta convention Center disaksikan sejuta penggemarnya. Membawa hanyut orang-orang sekaligus membuat gemetar penantangnya dalam kontes itu. Semua tenggelam dalam lagu dengan cara penikmatan masing-masing.

Histeris, sedih, termenung, dan menganga adalah refleks teman-teman dalam menanggapi balik harmoni yang kami berikan. Kami jadi seniman semalam. Untung saja tak ada lemparan sepatu dan sandal ke atas panggung.

Harmoni itu bersenyawa dengan suasana malam yang mengharu pilu. Seolah penanda untuk kami yang sebentar lagi berpisah. Seolah Harmoni itu menunjuk dan mempertegas Bahwa inilah jalan kami menjadi abdi.

Lihatlah kami disini, untuk kami yang baru. The way you look at me[13] menjadi theme song ikhtiar kami. Dan kami pun menisbatkan malam itu, sebagai malam kami. Malam semua sahabat prajabatan. Dijalan ini lihatlah kami.

No one ever saw me like you do
All the things that I could add up too
I never knew just what a smile was worth
But your eyes say everything
Without a single word

‘Cause there’s somethin’ in the way you look at me
It’s as if my heart knows
You’re the missing piece
You make me believe
That there’s nothing in this world I can’t be
I never know what you see
But there’s somethin’ in the way you look at me

If I could freeze a moment to my mind
It’ll be the second that you touch your lips to mine
I’d like to stop the clock make time stands still
‘Cause, baby, this is just the way
I always wanna feel

‘Cause there’s somethin’ in the way you look at me
It’s as if my heart knows
You’re the missing piece
You make me believe
That there’s nothing in this world I can’t be
I never know what you see
But there’s somethin’ in the way you look at me

I don’t know how or why
I feel different in your eyes
All I know is it happens every time

‘Cause there’s somethin’ in the way you look at me
It’s as if my heart knows
You’re the missing piece
You make me believe
That there’s nothing in this world I can’t be
I never know what you see
But there’s somethin’ in the way you look at me

The way you look at me

Finally….Tibalah dalam putusan juri dan votingan peserta prajabatan. Semua terakumulasi. Meski bukan menjadi nomor satu di podium, Sabhan mendapat Juara terfaforit, disusul dengan pemenang-pemenang yang lain.

Tak berakhir disitu, Di penghujung malam, “Kucing Garong”[14] kembali memecah keheningan. Ayo lulo[15] teriak biduan  berseragam sexi, montok, bulat, yang parasnya tak kurang seperti Zaskia Gotik si pemilik goyang itik. Ia Seperti menghipnotis kami untuk mengikuti gerak-gerak bibirnya. Kami pun tergelak hampir tak bisa menguasai diri dengan bertaburan dan menggelepar membentuk lingkaran. Seperti semesta yang beredar pada lintasannya.

Tarian lulo. Tarian yang digelar melingkar dengan menyatukan jari jemari seraya berjabat, simbol yang menegaskan kami untuk tak berpisah dan saling bantu membantu untuk setiap tindakan. Jika disimak tarian ini cukup mudah, tetapi jika salah seorang saja tak mahir maka secara tak sengaja seseorang itu telah merusak sistem tarian yang eksotik itu. Sebuah makna seni yang tak kudapati dalam pelajaran seni di sekolah. Bahkan di festival java jazz sekalipun. Sebuah pemaknaan seni dalam gerak.

Kami pun tertawa bahagia, larut dalam keheningan malam hingga fajar. kami tak menyisakan sedikit waktu pun untuk membayar kebahagiaan kami, sebab kami tahu malam ini adalah akhir dari kami sekaligus awal untuk menerapkan ilmu prajabatan di kehidupan pegawai negeri sipil.

Bisa jadi hari itu adalah milik kami, Hari dimana kami bersama bersimbah cita dan harapan Tuk hari esok yang dibatasi ruang waktu di dalam sekat-sekat individualism dan atas nama profesionalisme.

Seperi benih-benih pohon turi[16] yang menebar bersama angin, kami pun menghilang hingga tak tahu kapan kan bersua kembali. Kami tumbuh di tempat mengabdi masing-masing di sudut-sudut jazirah anoa[17].

L.M. Saban Suharno Merebut Sentimen sahabat.
L.M. Saban Suharno Merebut Sentimen sahabat.

End Note:

[1] Packeao petinju kelas berat sekaligus politikus dari Filipina.

[2] Saat ini beliau bertugas pada Badan Penatausahaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Tenggara.

[3] Cerita naratif bermaksud membuat deskripsi tentang masa lampau dengan merekonstruksi “apa yang terjadi” serta diuraikan sebagai cerita. “Kejadian-kejadian” penting diseleksi dan diatur menurut proses waktu sedemikian rupa sehingga tersusun cerita (story).

[4]Panggilan Akrabku untuk La Ode Muhammad Saban Suharno, S.H.

[5] Prajabatan semacam pembaitan bagi calon pegawai negeri sipil menuju pegawai negeri sipil yang paripurna.

[6] Ketua Dewan disini bukan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melainkan Ketua yang dipilih oleh Panitia dan seluruh Peserta Prajabatan dan dipilih secara demokratis dengan memperhatikan delegasi daerah atau jumlah kelas. Sebagai perpanjangan tangan dari Panitia Prajabatan.

[7] Sapaan akrab sahabat-sahabatku, dengan mencoba mengambil tiga huruf awal dari nama panjangku Rami Musrady Zaini.

[8] Tremolo merupakan teknik improvisasi dengan teknik dinamika dengan cara memainkan setiap notasi dalam tuts piano secara cepat dan berulang-ulang.

[9] Ludwig Von Beethoven komponis asal Jerman

[10] Yaitu, kemampuan teknik memainkan alat musik, aplikasi teori dan dasar-dasar improvisasi semua jenis musik, serta karakter irama.

[11] Improvisasi dikenal setelah lahirnya musik blues karena musik blues itu sendiri merupakan dasar improvisasi. Awalnya, blues merupakan gejolak hati budak negro yang mengingingkan kebebasan sebagai budak belian yang diperkerjakan di perkebunan-perkebunan milik orang Eropa di Amerika. Perilaku mereka dibatasi, bahkan dilarang berkomunikasi atau berbicara. Komunikasi mereka hanya dengan cara bernyanyi, bersiul, atau memukul benda-benda yang ada disekelilingnya. Gaya nyanyian dan siulan mereka mengandung untaian nada-nada berbentuk melodi, yang akhirnya menjadi cikal bakal lahirnya musik blues, jazz, dan konsep musik-musik dunia lainnya.

[12] Decrescendo merupakan teknik improvisasi dengan teknik dinamika yang memainkan rangkaian notasi yang semakin lama semakin lembut.

[13] Judul lagu yang pernah tenar di Indonesia tahun-tahun yang dipopulerkan Chiristian Bautista asal Filipina

[14] Sebuah lagu dangdut yang tengah populer di warsa itu. Dilantunkan dan dipopulerkan oleh Penyanyi asal Indramayu bernama Dede S.

[15] Tarian yang berasal dari Kota Kendari Sulawesi Tenggara, biasanya dimainkan lebih dari seorang dan digelar berbentuk lingkaran.

[16] Turi (sesbania grandiflora) merupakan pohon kecil anggota suku Fabacae.

[17] Jazirah Anoa nama yang diidentikkan dengan Sulawesi Tenggara, karena di bumi sulawesi tenggara banyak hidup satwa Anoa yang dilindungi, bahkan di klaim Anoa atau sapi hutan ini hanya hidup di hutan-hutan sulawesi tenggara.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s