Sepang Jalan Panjang Vale: Antara Harapan dan Akhir Juang

Rossi Marquez sepangRetak gemeretak gigi penggiat Moto GP dalam adu dramatis berakhir sadis antara pemegang paten nomor 46 Valentino Rossi dan junior 93 Marc Marquez di sirkuit sepang negeri serumpun Indonesia. Minggu 25/10/2015 kemarin. Gemetar bercampur haru mengaduk-ngaduk adrenalin bagi siapa saja yang menyimpan bola matanya di pertarungan itu. Kabut asap yang menjadi payung sekaligus saksi bisu perhelatan tersebut menambah tropis suasana.

Sang Rider Legenda akhirnya ditundukkan ’emosinya’ setelah dibuat terbakar oleh Marquez yang datang seperti titik api di tengah hutan sumatera dan kalimantan yang menanti tuk disengat. Alhasil, itu menyata. Vale pun harus roboh ditangan adiknya yang selalu mengeluk-ngelukkan namanya. Marc Marquez kecil berhasil mengaduk-ngaduk amarah seniornya. Sontak vale kehilangan fokusnya.

Rossi-Marquez 1

Sebuah pelajaran berharga untuk setiap pejuang di medan pertempuran. Dimana kestabilan jiwa perlu dirawat untuk mendaki kemenangan. Vale lupa akan hal ini, ia kehilangan fokus tuk mengejar pentas kemenangan di sesi minus satu dari akhir musim 2015 ini. Langkah vale menjadi Panjang, terlebih setelah mendapat penalti dari ‘Race Direction’ ia harus duduk di posisi buncit dalam lompatan awal di valencia nanti, ditambah pengurangan tiga poin terhadap dirinya semakin membuang jauh harapannya menjadi juara dunia.

Disisi lain Lorenzo akan memetik buah dari kesalahan ini, ia berhasil membuat cermin dirinya di dalam Marquez. Sebagaimana Robert Green mengisahkan secara halus istilah ‘efek cermin’ ini dalam hukum ke empat puluh empat kekuasaannya.

“Perdaya dan pancing amarah orang lain dengan efek cermin. Cermin melambangkan realita, tetapi juga merupakan alat yang sempurna untuk menipu. Saat Anda mencerminkan musuh-musuh Anda dengan melakukan tindakan yang persis sama seperti yang mereka lakukan, mereka tak bisa mengetahui strategi Anda. Efek cermin mencemooh dan mempermalukan mereka, membuat mereka bereaksi berlebihan. Dengan mencerminkan kondisi kejiwaan mereka, Anda membujuk mereka denga ilusi bahwa Anda memegang nilai-nilai mereka; jangan mencerminkan tindakan mereka, Anda memberi mereka pelajaran. Hanya sedikit orang yang bisa melawan kekuatan efek cermin.”

Kita sisa menanti sang Juara Dunia Moto GP dia valencia 8 November 2015 nanti, hitung mundur telah dimulai.

Hitung akhir

Iklan

2 tanggapan untuk “Sepang Jalan Panjang Vale: Antara Harapan dan Akhir Juang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s