Tahta Esok Pagi

Malam melenggang rindu

Membekas membatu di kepala

Memberat

Hanya senyummu terlihat disampingku Wahai Bidadari

Aku pun ikut terbaring menari bersama khayalan dalam tirai emasmu

Tahtamu dan tahtaku kini satu

Esok menanti senyum mentari menggelitik kaki tuk berpijak kembali

Mengejar tahta yang konon mahal itu

mengejar mentari yang terlalu tinggi menggantung

mengejar ombak yang tiada berujung

Sekali lagi

Trimakasih telah menghadirkan kesemuanya untukku

09082015
Pembaringanku

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s