Melihat Sembilan Dewi di Pansel KPK

Bukanlah Jokowi kalau tidak hadir dengan sesuatu yang baru, hampir setengah tahun perjalanan kuasanya kebijakan-kebijakan barunya selalu berbiak menjadi buah bibir dan buah caci. Seperti halnya penetapan sembilan dewi dalam panitia seleksi komisi pemberantasan korupsi (KPK). Pro kontra mulai hadir sejak nama-nama itu mengalir dari mulut presiden blusukan itu.

Siapakah mereka?

Ketua Pansel KPK: Destri Damayanti
Ketua Pansel KPK: Destri Damayanti

Destri Damayanti (Ketua)
Ahli ekonomi dan keuangan ini menjabat Chief Economist PT Bank Mandiri Tbk. Sebelum bergabung ke Bank Mandiri, ia adalah chief Economist Mandiri Sekuritas.

Destri juga diketahui pernah menjadi asisten peneliti di Harvard Institute for International Development pada tahun 1999. Ia juga pernah menjadi penasihat ekonomi untuk Kedutaan Inggris Jakarta pada tahun 2000.

Enny Nurbaningsih (Wakil ketua)
Pengajar bidang Hukum Tata Negara di Universitas Gajah Mada Yogyakarta  ini pernah menjadi tim seleksi anggota KPU Yogyakarta pada tahun 2001. Ia juga diketahui pernah menjadi tim regulasi peraturan Pemilu Kota Yogya pada tahun 2006.

Harkristuti Harkrisnowo (Anggota)
Perempuan kelahiran Bogor, 25 Januari 1956, dikenal sebagai seorang yang sangat memperhatikan masalah hak asasi manusia. Ia pun pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum di Kementerian Hukum dan HAM sebelumnya akhirnya dimutasi oleh MenkumHAM Yasonna Laoli menjadi Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Betti Alisjahbana (Anggota)
Perempuan kelahiran Bandung 2 Agustus 1960 ini adalah perempuan pertama di Asia Pasifik yang menduduki jabatan sebagai Presiden Direktur IBM pada tahun 2000. Penggagas berdirinya PT Quantum Business International yang bergerak di industri kreatif ini terakhir diketahui ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Garuda Indonesia Tbk.

Yenti Ganarsih (Anggota)
Perempuan kelahiran Sukabumi, 11 Januari 1959 ini, adalah doktor pertama di Indonesia yang memiliki spesialisasi di bidang pencucian uang. Pengajar Universitas Trisakti ini diketahui sejak mudanya adalah seorang model dan pandai dalam menari Jawa. Kiprahnya sempat populer saat menjadi saksi ahli jaksa dalam pengungkapan kasus polisi pemilik rekening gendut Labora Sitorus.

Supra Wimbarti (Anggota)
Dekan fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada ini diketahui berpengalaman menjadi reviewer Dikti dan Reviewer World Bank. Diketahui juga Doktor lulusan University of Southern California United States, dikenal ahli dalam bidang psikologi.

Natalia Subagyo (Anggota)
Perempuan yang didaulat menjadi Ketua Dewan Transparansi Internasional Indonesia (TII) ini menjadi wanita pertama dalam tim sembilan yang menangani kisruh sepakbola Indonesia. Ia diketahui piawai dalam bidang tata kelola pemerintahan dan birokrasi.

Diani Sadiawati (Anggota)
Perempuan kelahiran tahun 1962 ini diketahui kini menjabat sebagai Direktur Analisa Peraturan Perundangan Bappenas. Lulusan University of Leiden bidang Public International Law ini dikenal sebagai perempuan enerjik dan memiliki banyak kesibukan. Meski begitu, ia tetap dikenal keluarga sebagai ibu yang mahir memasak.

Meuthia Ganie Rochman (Anggota)
Ahli sosiologi organisasi dari Universitas Indonesia ini pernah bertahun-tahun melakukan penelitian terhadap organisasi masyarakat sipil di seluruh Indonesia. Ia juga kerap menulis buku, salah satunya adalah berjudul Sosiologi Korupsi yang diterbitkannya pada awal tahun 2015 lalu.

Itulah nama-nama kesembilan panitia seleksi yang akan menyeleksi komisioner komisi pemberantasan korupsi (KPK) yang beta olah dari berbagai sumber. Terpilihnya kesembilan dewi itu buat beta adalah tanda matinya absolutisme maskulin yang selama ini meraja di tahta politik republik, dan suksesnya testimonologi feminisme yang terbangun dalam wacana-wacana keadilan gender.

Meski sebagian orang mengatakan mereka adalah dewi-dewi yang akan memecah hiruk pikuk keberingasan dan intrik di tubuh KPK ke depan dengan menghadirkan cintanya di KPK. Yang konon Cinta bersifat putih, kasih, dan universal. Tetapi Lebih karena cinta adalah nafsu dan nafsu juga tak terhindarkan dari kepentingan. Beta sedikit khawatir tentang sesuatu yang dipilah berdasarkan cinta.

Justru pemilihan karena cinta itu lah yang terkadang memiliki sifat penghancuran berbeda halnya logika yang sifatnya kekal. Dan logika itu lebih banyak dimiliki sang Adam. Kasus jatuhnya Adam dari langit-langit surga adalah salah satu cerita transendental ilmiah yang dipicu oleh pengaruh cinta hawa terhadap Adam, sehingga sang Adam mesti turut terbuang ke bumi. Ini sangat masuk akal sebab kebanyakan Sang hawa terlalu banyak menggunakan cinta ketimbang logika dalam menentukan sikapnya dan cenderung tertipu oleh realita.

Filsuf sekaligus politikus Italia Niccolo Machiavelli juga telah mengumandangkan matinya cinta dengan postulat agungnya “Lebih baik ditakuti dari pada dicintai”. Sebabnya cinta itu diikat oleh kewajiban yang membuat seseorang mementingkan dirinya sendiri, dan ikatan itu akan putus apabila berhadapan dengan kepentingannya.

Tetapi dengan tidak bermaksud menggugat keputusan 21 mei 2015, semestinya ada seorang Pria dalam panitia seleksi. Sehingga hasil keputusan tersebut tidak hanya didasari oleh asumsi cinta dan asumsi mayor feminisme tetapi juga mesti teramu dengan akal sehat dari logika pria.

Semoga saja seabrek titel pendidikan yang melekat pada mereka lebih menonjolkan harapan logika daripada  asumsi feminismenya dalam mengambil keputusan agar komisioner yang dihasilkan tidak ikut-ikutan berjiwa feminim dan berjiwa cengeng sebab tantangan komisioner KPK kedepan tidak hanya air mata (feminisme) tetapi lebih kepada pengorbanan darah dan kematian.

Iklan

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s