Puisi Sunyi

Terpercik dalam jiwa

 

Pergi
Berhenti
Bergulir tiada batas
Di jalan sunyi

 

Selintas dalam memori

 

Ku terawang
Ku tertawa
Ku teriak
Ku bersedih
Ku menari
Ku apa saja

 

Semua kulihat
Berubah jadi munafik
Manusia tanpa arah
Hilang dalam detik-detik
Dalam masa Yang menggila

 

 

Kota Lulo, 160515
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s