Menanti Praperadilan Pacquiao

Hitungan Kakek misterius di kedai kopi sebelum turun ring di acara nonton bareng yang mengatakan pakcman ‘menang’ ibarat jauh panggang dari api, hal itu tak jauh berbeda dengan hasil penerawangan transendental nenek Ruja penjual madu yang menerawang  dari relung-relung batinnya yang terdalam. Ternyata Kakek misterius itu adalah pensiunan atlet tinju dan si nenek ruja adalah istrinya.

Epilog singkat tersebut adalah segelintir cara publik dalam menilai perhelatan tinju yang katanya menelan anggaran Trilyunan rupiah itu.

Mungkin saja, kami yang berada di kedai kopi daeng Anto tak kalah meriah dengan MGM grand hotel las vegas tempat perlehatan duel dengan tema ‘pertarungan abad ini‘, dan secara tidak langsung pendapatan kedai kopi itu meningkat drastis hingga jutaan rupiah dalam waktu dua jam. Ini, bukanlah sebuah metafora kontradiksi. Tetapi, pertandingan itu memantik kepentingan dari setiap individu yang menikmatinya.

Packman
Packman, Foto The Telegraph

Jika saya cermati, Pertandingan mega itu seharusnya bukan semestinya dimenangkan oleh Pacquiao, betapa tidak lompatan-lompatan pukulan yang dilepaskan petinju asal negerinya ‘Benigno Aquino III’ itu sangat sarat dengan poin-poin yang mesti diakomodir dewan juri. Tetapi kekecawaan kami muncul justru ketika dewan juri memenangkan petinju asal negerinya ‘Obama’ itu.

Kedai kopi tempat kami nonton bareng pun sempat chaos, sebenarnya ini bukan aksi dukung mendukung, tetapi ada nilai yang mesti kita renungi bersama. Ada konspirasi di balik perhelatan ini. Banyak spekulasi yang mulai didiskusikan mulai dari tuduhan kepada mafia judi las vegas yang banyak membackup kegiatan tersebut hingga isu-isu nepotisme juri.

Belakangan saya pun tahu bahwa Packiau cedera bahu dua pekan sebelum turun ring. Tapi isu itu pun akhirnya ditepis oleh Mayweather bahwa kemenangan dengan Pacquiao ia pun mengalami cedera tangan. Dewan juri tak kalah bermain isu untuk menguatkan argumentasi penilaiannya, tak ketinggalan petinju professional seperti Amir khan berkelabat bahwa Mayweather sebenarnya mengandalkan pola permainan cerdas dalam pertandingan tersebut.

penjelasan-mengapa-bukan-pacquiao-yang-menang-RF8DCUJqIu
Penjelasan Juri dalam angka

Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Pacquiao runtuh, runtuh bersama cita-cita adiluhungnya untuk merobek beberapa gelar dalam debat Tinju Profesional dan sekaligus mengubur cita-citanya menuju Filipina satu. Hal ini sangat beralasan apabila pendulum kemenangan mengarah kepadanya.

Di sebuah media Ia berujar ‘Saya adalah Pemenang’.  Saya pun sebenarnya setuju kalau Pacquiao menang, ia berhasil melakukan serangan ageresif ketimbang si Mayweather yang berlari-lari seperti ayam kampung yang kalah. Satu-satunya kemenangan agung yang didapatinya adalah kemenangannya mencuri hati publik, dengan senyuman manis berlapis beringas. Alhasil, Publik semakin cinta padanya.

Gad5_3289817b

Seandainya ada mekanisme praperadilan seperti yang tengah trend di negeri kita, upaya praperadilan adalah jalan tengah untuk membenarkan keyakinan kita terhadap ‘kemenangan kontroversial abad ini‘.

Kendari, 05052015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s