Laporo dan Wabula Dua Kekuatan Besar Politik Paska Umar Samiun

Penafsiran politik terkadang menjadi kajian seksi dalam sendi sosiomasyarakat saat ini, mulai dari masyarakat pusat hingga pinggiran, dan dari skala Internasional sampai lokal.

Di kabupaten Buton Sendiri yang dahLa Bakrieulu selalu tersentrum dengan gaya politik Kota Baubau, pelan-pelan mulai bergeser ke konteks lokal Pasarwajo. Isu Buton raya yang tak bisa dibendung lagi yang memiliki ekses lahirnya dua daerah otonomi baru Buton Selatan dan Buton Tengah membawa angin segar bagi kekuatan politik lokal yang lama terkubur, yakni laporo dan wabula.

Dua kekuatan dalam etnis Ciacia ini memiliki peluang besar untuk menduduki kuasa di Kabupaten Buton  paska umar samiun. Wabula dengan kekuatan birokratnya yang cukup mumpuni mampu menjadi penetrasi kekuatan luar yang coba mengadu nasib di Kabupaten Buton. Sementara suku Laporo dengan kekuatan Enterpreneurshipnya juga tak bisa diremehkan. Bakri sebagai representase politik laporo saat ini seperti singa yang sedang tidur. Yang kan bangun saat Pilkada depan.

Ya, memang secara makro dan genealogis politik Kabupaten Buton yang wilayah administrasinya semakin kecil menguntungkan etnis Cia Cia yang berdomisili di Pasarwajo dan Pancana di Kecamatan kapontori dan sebagian Lasalimu.

Iklan

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s